Popular Posts

Wisata Telaga Giri Kediwung

sumber : Ig @roh_kyt.

yen urip mung nuruti hawa napsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu.. Sak mulya-mulyane manungso iku ingkang pinter bersyukur.

loc : Telaga giri, kediwung, Dlingo,Bantul, Yogyakarta.

Wisata Jogja Kaliadem (Lava Tour)


zonajogja - Gunung Merapi adalah salah satu ikon yang terkenal dari Kota Yogyakarta. Gunung berapi aktif ini pernah meletus beberapa kali. Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan Gunung Merapi dari dekat, jangan lupa untuk mengikuti Lava Tour Merapi di Kaliadem.

Saat berkunjung ke Kaliadem, Anda bisa menikmati suasana yang masih sejuk, kekayaan flora dan fauna, serta fenomena vulkanik yang terjadi di Gunung Merapi setelah meletus. Untuk menjangkau tempat ini, Anda bisa melewati jalur Jl. Kaliurang menuju Pakem. Selanjutnya, dari sana Anda bisa mencari rute untuk menuju Kaliadem atau naik ojek dengan membayar Rp20.000.

Wisata Jogja Benteng Vredeburg


zonajogja - Objek wisata yang satu ini terletak di Jl. Ahmad Yani No. 6, Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta. Akses menuju objek wisata ini sangat mudah karena terletak tepat di dekat Titik Nol Kilometer. Ada banyak transportasi umum yang melintas di depan objek wisata ini. Tiket masuk ke Benteng Vredeburg hanya Rp2.000 per orang. Tempat ini mulai dibuka untuk umum pada 07.30 WIB dan ditutup pada 16.00 WIB.

Di dalam museum ini terdapat koleksi diorama yang menceritakan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tempat ini juga kerap menjadi arena untuk menyelenggarakan berbagai festival maupun pertunjukan seni atau pertunjukan musi

Wisata Jogja Candi Barong


zonajogja - Ini adalah salah satu dari beberapa candi yang berada di kompleks Candi Prambanan. Lokasinya di Dusun Candisari, Sambirejo, Prambanan. Untuk mencapai tempat ini agak sulit karena pengunjung harus masuk ke wilayah yang cukup terpencil. Namun, bagi Anda yang pernah berkunjung ke Candi Ijo, lokasi ini tidak terlalu sulit ditemukan. Jaraknya dari Candi Ijo sekitar 2 km sebelumnya.

Candi ini terbilang cukup luas. Ada dua undakan pada pelatarannya. Di sekitar candi, pengunjung bisa melihat taman yang ditata dengan apik. Sementara itu, area di sekitar candi masih merupakan persawahan. Dari kejauhan, Anda bisa melihat kemegahan Tebing Breksi.

Candi ini sebenarnya cukup menarik. Hanya saja, infrastruktur berupa jalan belum memadai. Fasilitas yang tersedia di sana pun masih minim. Biaya masuk ke dalam candi hanya Rp2.000 saja per orang. Ini tentu jauh lebih murah daripada tiket masuk ke beberapa candi lainnya.

Wisata Jogja Istana Ratu Boko


zonajogja - Jangan mengaku pernah ke Yogyakarta jika belum pernah melihat sendiri panorama senja terbaik di Istana Ratu Boko. Ya, tempat ini merupakan salah satu objek wisata yang juga sangat menarik untuk dikunjungi di Yogyakarta. Konon, kawasan yang dibangun pada abad ke-8 ini dahulu merupakan kompleks istana yang megah.

Lahan seluas 250.000 meter persegi terdiri atas 4 bagian, yaitu bagian tengah (gapura utama, kolam, Candi Pembakaran, lapangan, batu berumpak), barat (perbukitan), timur (stupa Buddha, kompleks gua, dan kolam), dan tenggara (kompleks keputren, candi, kolam, pendopo). Berbeda dari bangunan candi lain, Istana Ratu Boko menunjukkan ciri-ciri sebagai tempat tinggal pada masa lampau.

Untuk berkunjung ke tempat ini, ada dua kategori yang bisa Anda pilih. Pertama, kategori reguler dengan tiket masuk Rp25.000. Tiket ini berlaku mulai pagi hingga pukul 15.00 WIB. Kategori kedua adalah khusus untuk menikmati matahari terbenam. Paket Sunset ini dihargai cukup mahal, yaitu Rp100.000 per orang. Namun, jumlah ini tentu sebanding dengan keindahan yang bisa Anda nikmati di Istana Ratu Boko.

Wisata Jogja Museum Gunung Api Merapi

zonajogja - Museum ini merupakan sebuah tempat yang bertujuan memberikan edukasi kepada pengunjung tentang bencana alam, baik gempa maupun letusan gunung berapi. Lokasi museum adalah di Dusun Banteng, Hargobinangun, Pakem, Sleman. Tempat ini dibuka pada Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 WIB – 15.30 WIB. Sementara itu, biaya masuk dipatok Rp3.000 per orang, sedangkan tiket menonton film adalah Rp5.000 per orang.


Di tempat ini, pengunjung bisa mempelajari segala hal tentang gunung berapi, seperti tipe-tipe letusan gunung berapi, replika sebaran awan panas, cara menyelamatkan diri jika terjadi letusan, lorong peraga simulasi, serta pemutaran film.

Wisata Jogja Candi Sambisari


zonajogja - Candi Sambisari terletak di Dusun Sambisari, Purwomartani, Kalasan, Sleman. Dari pusat kota, jaraknya sekitar 12 km. Candi ini juga berdekatan dengan kompleks Candi Prambanan. Untuk menjangkaunya, pengunjung bisa melewati rute Jl. Raya Solo – Yogyakarta. Kira-kira pada km 15, Anda akan melihat sebuah papan penunjuk jalan yang mengarahkan Anda ke lokasi candi.

Pada kompleks candi ini, terdapat 1 candi utama dan 3 candi pendamping yang dikelilingi oleh pagar batu sebanyak 2 lapis. Sementara itu, ada 4 pintu masuk untuk memasuki area candi. Dari kejauhan, kompleks candi terlihat seperti kastel yang terbuat dari batu. Menariknya lagi, area candi diselimuti oleh hamparan rumput yang hijau sehingga tampak seperti permadani yang indah. Di area ini, Anda bisa duduk dan bersantai sambil menikmati suasana alam yang masih sejuk.

Candi Sambisari juga kerap dijadikan sebagai lokasi untuk foto prewedding. Hal itu didukung oleh suasana yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Untuk masuk ke Candi Sambisari, Anda hanya perlu membayar Rp3.000 per orang. Datanglah setelah pukul 08.00 WIB atau sebelum pukul 15.00 WIB.

Wisata Jogja (Malioboro Yogyakarta Wisata Belanja Dan Sejarah)

zonajogja - Malioboro merupakan kawasan perbelanjaan yang legendaris yang menjadi salah satu kebanggaan kota Yogyakarta. Penamaan Malioboro berasal dari nama seorang anggota kolonial Inggris yang dahulu pernah menduduki Jogja pada tahun 1811 – 1816 M yang bernama Marlborough.



Kolonial Hindia Belanda membangun Malioboro di pusat kota Yogyakarta pada abad ke-19 sebagai pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian. Secara simbolis juga bermaksud untuk menandingi kekuasaan Keraton atas kemegahan Istananya yang mendominasi kawasan tersebut.

Untuk menunjang tujuan tersebut maka selanjutnya Kolonial Belanda mendirikan :

Benteng Vredeburg, ( didirikan pada tahun 1765. Sekarang benteng tersebut dikenang menjadi sebuah museum yang di buka untuk wisata publik )
Istana Keresidenan Kolonial ( sekarang menjadi Istana Presiden Gedung Agung di tahun 1832M )
Pasar Beringharjo, Hotel Garuda ( dahulu sebagai tempat menginap dan berkumpul para elit kolonial.
Kawasan Pertokoan Malioboro ( menjadi pusat perekonomian kolonial )
Bangunan-bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Malioboro tersebut menjadi saksi bisu perjalanan kota ini dari masa ke masa.

Malioboro menyajikan berbagai aktivitas belanja, mulai dari bentuk aktivitas tradisional sampai dengan aktivitas belanja modern. Salah satu cara berbelanja di Malioboro adalah dengan proses tawar-menawar terutama untuk komoditi barang barang yang berupa souvenir dan cenderamata yang dijajakan oleh pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang trotoar jalan Malioboro. Berbagai macam cederamata dan kerajinan dapat anda dapatkan disini seperti kerajinan dari perak, kulit, kayu, kain batik, gerabah dan sebagainya.

Anda jangan heran melihat harga barang ditempat ini, misalnya penjual souvenir menawarkan barang tersebut seharga Rp.50.000,- Kalau anda tertarik barang tersebut maka tawaran tersebut harus segera disusul dengan proses tawar menawar dari wisatawan. Dari proses tersebut harga menjadi turun drastis, misalnya pedagang tersebut akhirnya rela melepas barang tersebut dengan harga Rp.20.000,-. Hal ini juga berlaku bila wisatawan berkunjung dan belanja di pasar tradisional Beringharjo yang letaknya tak jauh dari Malioboro. Begitulah keunikan tradisi dari wisata belanja di Malioboro, pembeli harus bisa tawar menawar.

Kawasan Malioboro dekat dengan obyek wisata sejarah lainya yang sangat banyak menyimpan cerita sejarah yang menarik. Setelah anda berbelanja di Malioboro anda bisa meneruskan mengunjungi obyek wisata lain yang jaraknya cukup dekat. Tempat dan obyek wisata tersebut seperti berwisata arsitektur peninggalan kolonial Belanda dan wisata belanja tradisional lainnya. Obyek wisata sejarah yang berdekatan dengan Malioboro seperti : Keraton Yogyakarta, Alun-alun Utara, Masjid Agung, Benteng Vredeburg, Museum Sonobudoyo dan Kampung Kauman.

Wisata Arsitektur peninggalan kolonial di Yogyakarta yang masih bisa disaksikan seperti Gedung Siciatet ( sekarang menjadi Taman Budaya ), Bank Indonesia, Hotel Inna Garuda dan Bank BNI’46. Sedangkan wisata belanja tradisional yang cukup berdekatan dengan Malioboro terdapat di Pasar Ngasem dan Pasar Beringharjo. Terdapat juga perpustakaan umum milik Pemerintah Provinsi DIY bagi wisatawan yang gemar membaca.

Wisatawan juga dapat menyaksikan kekhasan lain dari Malioboro seperti puluhan andong dan becak yang parkir berderet disebelah kanan jalan pada jalur lambat Malioboro. Sedangkan pada sebelah kiri jalan wisatawan dapat melihat ratusan kendaraan bermotor yang diparkir berjajar yang menjadi tanda bahwa Malioboro merupakan kawasan yang banyak menyedot para pengunjung.

Aktivitas wisatawan di Malioboro tidak hanya pada siang hari saja, akan tetapi di kawasan Malioboro ini aktivitas wisata akan terus berlanjut dengan adanya nuansa makan malam yang disediakan warung-warung yang bermunculan pada malam hari, terutama setelah pukul 21.00 WIB. Sambil menyantap hidangan di warung lesehan Malioboro, wisatawan akan dihibur oleh musisi jalanan yang mengunjungi lesehan tersebut sambil mengalunkan lagu-lagu tertentu.

Lokasi

Alamat : Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta Deaerah Istimewa Yogyakarta.

Akses

Malioboro merupakan kawasan wisata yang menjadi andalan dari kota yogyakarta sehingga banyak cara untuk sampai ketempat ini. Dari Terminal Giwangan atau halte yang tersebar di kota Yogyakarta menggunakan bus kota jalur 4 dan bus Transjogja trayek 3A atau 3B.

Wisatawan juga bisa menggunakan jasa taksi dengan memesan via telepon maupun bisa mencegatnya di pinggir jalan. Bisa juga menggunakan andong atau becak sambil menikmati suasana kota Yogyakarta.

Harga Tiket

Kawasan Malioboro merupakan tempat umum sehingga wisatawan tidak dikenakan biaya, hanya dikenakan biaya perkir kendaraan.

Fasilitas

Fasilitas dan akomodasi sebagai sarana penunjang yang mendukung sektor kepariwisataan di tempat ini sudah sangat lengkap. Hotel berbintang lima sampai dengan hotel kelas melati banyak tersedia disekitar tampat ini seperti di Jalan Mangkubumi, Jalan Dagen, Jalan Sosrowijayan, Jalan Malioboro, Jalan Suryatmajan dan Jalan Mataram. Atau mencari penginapan di bagian barat, yaitui di Jalan Ngasem dan daerah Wijilan yang letaknya tidak jauh dari Malioboro.

Rumah makan pun banyak tersebar di wilayah ini dengan menu dan selera yang sangat beragam mulai dari warung angkringan ( warung berbentuk gerobak yang menyediakan makanan lokal ), masakan khas Yogyakarta yang disajikan dalam suasana lesehan seperti gudeg, nasi goreng, sambel+lalapan dan sebagainya. Tersedia juga restoran atau cafe yang menyediakan makanan masakan cina, fast food atau masakan ala barat berupa steak, beef lasagna dan lain-lain.

Fasilitas lain berupa tempat ibadah, polisi pariwisata, pos informasi, kios money changer, ATM, warnet, tampat parkir dan lain-lain. Tersedia juga kios yang menyediakan oleh –oleh makanan khas Yogyakarta yang berada di Jalan Mataram atau sebelah barat Malioboro yang menyediakan beragam jenis dan bentuk oleh-oleh dan penganan khas Jogja seperti yangko, geplak, bakpia, berbagai jenis keripik dan lain-lain.

Wisata jogja Taman Sari (Istana Air penuh Keindahan dan Rahasia)

zonajogja - Gemercik air, keindahan arsitekturnya yang kuno, dan pemandangan yang menakjubkan membuat Taman Sari sangat mempesona. Lorong-lorong dan bangunannya menjadikan Taman Sari penuh rahasia yang akan terus dikuak.


Sampai saat ini Yogyakarta masih merupakan salah satu kota tujuan berlibur yang sangat diminati di Indonesia, karena Yogyakarta menawarkan banyak sekali tempat wisata yang harus kamu kunjungi pada saat berada di Yogyakarta.

Banyak sekali tempat wisata bersejarah yang berada di Kota Yogyakarta ini sehingga membuat para wisatawan yang ingin menentukan destinasinya disini selalu ingin berkunjung kesemua tempat sejarahnya yang indah dan sangat layak untuk dikunjungi. Tapi, sebaiknya jika kamu ingin berlibur ke Yogyakarta jangan lupa untuk mampir ke Istana Air Taman Sari Yogyakarta!

Mungkin sudah banyak dari kalian yang pernah berkunjung ke Istana Air Taman Sari. Tapi, dijamin kamu akan kembali lagi kesini deh! Selain tempatnya yang bersejarah, Taman Sari juga banyak dikunjungi sebagai tujuan untuk melakukan photo session salah satunya prewedding. Berikut adalah beberapa tempat yang wajib kamu kunjungi jika berada di Istana Air Taman Sari Yogyakarta, Disimak ya!

4 bagian paket wisata Istana Air Taman Sari:

1. Bagian pertama yang wajib kamu datangi adalah danau buatan yang terletak disebelah barat.
2. Bagian kedua adalah bangunan yang berada disisi sebelah danau buatan yaitu Umbul Binangun.
3. Bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang berada disebelah selatan umbul Binangun.
4. Bagian terakhir yang wajib kamu datangi pada saat berada di Istana Air Taman Sari adalah bagian di sebelah timur yang memanjang dari Pemandian Umbul Binangun sampai Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati, merupakan danau dengan pulau buatan serta jembatan gantung dan kanal.

Dari semua keempat kompleks maupun bagian yang berada di Istana Air Taman Sari Yogya hanya, pemandian Umbul Binangun yang masih terlihat dalam keadaan utuh.

Buat kamu yang ingin berfoto di Istana Air Taman Sari, jangan lupa juga untuk mampir ke Masjid Bawah Tanah karena sepanjang lorongnya bisa kamu jadikan tempat untuk berfoto. Apalagi tempatnya yang sangat instagram-able banget dan selalu menjadi favorit para wisatawan pada saat berkunjung kesini.

Harga tiket masuk dan jam buka Istana Taman Sari

Tiket Masuk
– Rp 3.000,- wisatawan lokal
– Rp 7.000,- wisatawan Asing

Jam Buka
Buka setiap hari mulai pukul 08.00-14.00 WIB

Wisata Jogja Air Terjun Sri Gethuk

zonajogja - Wisata Jogja Air Terjun Sri Gethuk merupakan salah satu air terjun yang populer di Jogja. Bahkan tak hanya pelancong dari wilayah Jogja saja pengunjungnya,akan tetapi juga dari wilayah luar kota. Slempret merupakan nama lain dari air terjun Sri Gethuk, karena air terjun ini terletak di lokasi Slempret. Air terjun tersebut diapit oleh tebing yang berketinggian sampai dengan 50 meter.



Kawasan Slempret merupakan daerah yang bertopografi perbukitan dan banyak ditumbuhi pohon kelapa. Tanaman padi dapat tumbuh subur ditempat ini sepanjang tahun karena tanah di tempat ini tidak pernah mengalami kekeringan. Kesuburan tanah ditempat ini karena didukung oleh tiga sumber mata air yang cukup besar dengan rata-rata debit 30 s/d 60 liter/detik, yaitu mata air Dong poh, Ngandong dan Ngumbul.

Dapat ditempuh dengan jalan kaki melewati pematang sawah sejauh 450 meter kemudian dilanjutkan dengan menuruni anak tangga berjumlah sekitar 96 anak tangga. Untuk mencapai air terjun tersebut dapat juga dengan berjalan menyusuri tebing Slempret yang berujung ke lokasi air terjun Sri Gethuk.

Penamaan Slempret sebenarnya berasal dari kata Slompret yaitu nama sebuah alat musik tiup dan konon tempat tersebut merupakan tempat yang dianggap angker masyarakat karena merupakan tempat makhluk halus atau jin yang tinggal ditempat tersebut. Menurut serita pimpnan dari jin tersebut bernama jin Anggo Menduro.

Konon jin yang menjadi penunggu tempat tersebut teryata menyukai berbagai kesenian, semua itu dibuktikan pada waktu-waktu tertentu sering terdengar suara – suara yang sering didengar oleh penduduk di lokasi Menggoran dan sekitarnya. Suara tersebut berupa suara seperti bunyi drumband, dan suara slompret yang sering terdengar mendominasi munnculnya suara tersebut. Suara tersebut kalau dicoba didekati akan hilang sehingga masyarakat meyakini yang mempunyai suara tersebut adalah para jin yang mendiami tempat tersebut. Oleh karena itu air terjun tersebut dinamakan Slempret karena berada di lokasi yang namanya Slempret.

Lokasi

Dusun Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akses

Para pengunjung dapat mencapai lokasi obyek wisata air terjun Sri Gethuk ini dengan memilih dua jalaur, yaitu :


  • Merupakan jalur utama melewat jalan Wonosari – Pathuk – per3an Gading – Playen – Bleberan.
  • Jalur kedua yang merupakan jalur alternatif melalui jalan Imogiri barat – jalan Panggang – Panggang – Paliyan – Playen – Bleberan.

Sesudah sampai di desa Bleberan, anda bisa langsung segera menuju ke arah gua rancang kencono dengan menyusuri jalan setapak dari batu gamping. Jalan yang dilalui ini cukup licin dan terjal sehingga tidak dianjurkan bagi anda yang membawa mobil dengan kap mobil rendah.

Harga Tiket

Harga tiket masuk Rp.3.000,- per orang.
Harga sewa perahu Rp. 5.000,- per orang.
Harga sewa ban untuk berenang Rp. 2.000,- per ban.
Fasilitas

Air terjun Sri Gethuk merupakan obyek wisata yang terpadu dengan Goa Rancang Kencono, situs purbakala, bumi perkemahan dan area memancing di Dusun Menggoran.

Fasilitas di tempat wisata ini belum banyak karena kawasana ini masih merupakan obyek wisata yang terpencil dan baru. Fasilitas penunjang yang berada di tempat tersebut adalah gethek atau perahu tradiisional yang dapat disewa oleh wisatawan untuk menyusuri areal persawahan dan anak tangga untuk mencapai lokasi ayr terjun ini. Bagi anda yang tiidak mau bersusauh-susah maka pilihan tepat untuk sampai di lokasi air terjun adalah menaiki perahu tersebut yang ruteny menyusuri areal persawahan dan pengemudi selanjuittnya akan akan melewati arus sungai Oya hingga sampai di kaki air terjun.